Info!! Kapal Patroli Bakamla Dilengkapi Kemampuan Tempur
2015-2019 Bakamla menargetkan mempunyai 30 kapal
Proses peluncuran kapal negara (KN) Tanjung Dato 1101 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia di PT Palindo Marine, Tanjung Uncang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (20/11/2017). Kapal patroli dengan panjang 110 meter, lebar 15,5 meter dan tinggi dek 6,9 meter tersebut merupakan armadal patroli terbesar milik bakamla yang difungsikan untuk melaksanakan pengawasan di wilayah perairan Indonesia. [TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO] ☆
Badan Keamanan Laut (Bakamla) terus memperkuat kemampuannya dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia. Salah satunya dengan melengkapi landasan peluncur peluru kendali dan senjata kaliber 12,7 mm pada kapalnya.
Pelaksana kiprah Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla Laksama Pertama Maritim, Dicky R Munaf mengatakan, ada enam kapal yang dipasang alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan landasan peluncur peluru kendali. Enam kapal itu kata dia, seri 48 mulai dari 01-06.
"Di kapal juga kita siapkan landasan peluncur peluru kendali, kalau dalam kondisi perang bisa digunakan, alasannya yaitu kita bab dari komponen cadangan," ujar Dicky, Jakarta.
Dia menjelaskan, penempatan alutsista di kapal Bakamla sudah sesuai hukum dari Menteri Pertahanan (Menhan) Nomor 7 Tahun 2010 ihwal aliran perizinan, pengawasan dan pengendalian senjata api standar militer di luar lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI.
"Karena kita masuk kategori komponen cadangan. Memang disiapkan jikalau terjadi perang. Makanya kita ada latihan nuklir, tembak dan SAR," jelasnya.
Dia menambahkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019 Bakamla menargetkan mempunyai 30 kapal. Rinciannya, kapal berukuran 16 meter sebanyak 14 unit. Kapal ukuran 80 meter sebanyak 10 unit dan kapal 110 meter sebanyak empat unit. "Saat ini kami gres mempunyai enam kapal, sisanya masih dalam proses pengadaan," tandasnya.
Menurutnya, pengadaan kapal berukuran besar penting, alasannya yaitu ada kecenderungan kapal-kapal ajaib melaksanakan illegal fishing dengan melaksanakan agresi di garis perbatasan. Sementara, kapal milik Tentara Nasional Indonesia AL yang beroperasi masih terbatas.
"Kalau di perairan di bawah 24 NM sudah ada kapal-kapal dari forum dan instansi lain. Cuma perairan di atas itu masih sedikit kapal yang patroli," ucapnya.
Adanya kapal berukuran besar di periran Selatan Jawa dan Barat Sumatera, kata ia yang selama ini kurang menerima pengawasan akan diawasi. "Kita perkuat di sana, kita harus ada di sana. Di perairan ini banyak agresi people smuggling, banyak insiden di utara Aceh tapi nggak mungkin hingga ke sana harus kapal berukuran 110 meter," ucapnya. (kur)
Proses peluncuran kapal negara (KN) Tanjung Dato 1101 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia di PT Palindo Marine, Tanjung Uncang, Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin (20/11/2017). Kapal patroli dengan panjang 110 meter, lebar 15,5 meter dan tinggi dek 6,9 meter tersebut merupakan armadal patroli terbesar milik bakamla yang difungsikan untuk melaksanakan pengawasan di wilayah perairan Indonesia. [TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO] ☆ Badan Keamanan Laut (Bakamla) terus memperkuat kemampuannya dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia. Salah satunya dengan melengkapi landasan peluncur peluru kendali dan senjata kaliber 12,7 mm pada kapalnya.
Pelaksana kiprah Sekretaris Utama (Sestama) Bakamla Laksama Pertama Maritim, Dicky R Munaf mengatakan, ada enam kapal yang dipasang alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan landasan peluncur peluru kendali. Enam kapal itu kata dia, seri 48 mulai dari 01-06.
"Di kapal juga kita siapkan landasan peluncur peluru kendali, kalau dalam kondisi perang bisa digunakan, alasannya yaitu kita bab dari komponen cadangan," ujar Dicky, Jakarta.
Dia menjelaskan, penempatan alutsista di kapal Bakamla sudah sesuai hukum dari Menteri Pertahanan (Menhan) Nomor 7 Tahun 2010 ihwal aliran perizinan, pengawasan dan pengendalian senjata api standar militer di luar lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI."Karena kita masuk kategori komponen cadangan. Memang disiapkan jikalau terjadi perang. Makanya kita ada latihan nuklir, tembak dan SAR," jelasnya.
Dia menambahkan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2015-2019 Bakamla menargetkan mempunyai 30 kapal. Rinciannya, kapal berukuran 16 meter sebanyak 14 unit. Kapal ukuran 80 meter sebanyak 10 unit dan kapal 110 meter sebanyak empat unit. "Saat ini kami gres mempunyai enam kapal, sisanya masih dalam proses pengadaan," tandasnya.
Menurutnya, pengadaan kapal berukuran besar penting, alasannya yaitu ada kecenderungan kapal-kapal ajaib melaksanakan illegal fishing dengan melaksanakan agresi di garis perbatasan. Sementara, kapal milik Tentara Nasional Indonesia AL yang beroperasi masih terbatas."Kalau di perairan di bawah 24 NM sudah ada kapal-kapal dari forum dan instansi lain. Cuma perairan di atas itu masih sedikit kapal yang patroli," ucapnya.
Adanya kapal berukuran besar di periran Selatan Jawa dan Barat Sumatera, kata ia yang selama ini kurang menerima pengawasan akan diawasi. "Kita perkuat di sana, kita harus ada di sana. Di perairan ini banyak agresi people smuggling, banyak insiden di utara Aceh tapi nggak mungkin hingga ke sana harus kapal berukuran 110 meter," ucapnya. (kur)
0 Response to "Info!! Kapal Patroli Bakamla Dilengkapi Kemampuan Tempur"
Post a Comment