Info!! Kemhan-Tni Au Harus Cermat

✈ Terkait Pengadaan Su-35 Ilustrasi SU 35 Russia [Istimewa]

Belanja Sukhoi SU-35 oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) merupakan salah satu planning besar pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk Tentara Nasional Indonesia AU. Berdasar hitungan Kemhan, pesawat tempur buatan Rusia itu paling cepat tamat dibentuk dua tahun mendatang. Dengan anggaran yang tersedia, kedua instansi tersebut harus cermat. Khususnya dalam urusan operasional dan perawatan.

Untuk urusan tersebut, Kemhan memang sudah punya rencana. Mereka berniat berinvestasi untuk membangun akomodasi Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO). ”Ya pastilah (investasi lagi),” ungkap Kepala Badan Sarana Pertahanan (Kabaranahan) Kemhan Laksamana Muda Tentara Nasional Indonesia Leonardi.

Menurut dia, itu dilaksanakan sesuai dengan kolaborasi Transfer of Technology (ToT) pengadaan SU-35. Dengan membangun akomodasi MRO dalam negeri, Tentara Nasional Indonesia AU tidak perlu repot apabila hendak merawat, memperbaiki, atau meningkatkan kemampuan SU-35. ”ToT-nya lebih kepada meningkatkan kemampuan akomodasi di tanah air,” terang Leonardi.

Pemerintah juga tidak perlu keluar uang banyak untuk mengirim pesawat tempur tersebut ke negara asalnya setiap kali butuh perawatan. Baik perawatan ringan maupun berat. Tentu saja niatan tersebut sangat baik. Namun demikian, Kemhan maupun Tentara Nasional Indonesia AU tetap harus berhitung lebih jeli.

Meski pengadaan SU-35 bukan kabar gres dan sudah masuk planning strategis (renstra) II, Direktur Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi beropini bahwa membangun akomodasi MRO bukan kasus gampang. ”Pertanyaan mendasarnya ada nggak duit yang bisa dialokasikan untuk berdiri akomodasi MRO,” ujarnya.

Pengadaan alutsista sekelas SU-35 memang bukan kasus sederhana. Karena itu, laki-laki yang erat dipanggil Khairul itu mengapresiasi semangat Kemhan untuk membangun akomodasi MRO di dalam negeri. ”Bagus semangatnya,” kata Khairul. ”Tapi, tentu juga harus berhitung dengan sangat cermat,” tambahnya.

Sebab, bukan hanya biaya mendatangkan pesawat tempur itu saja yang besar. Operasional serta perawatannya juga demikian. Selama ini, sambung Khairul, anggaran untuk Tentara Nasional Indonesia AU terbatas. Bahkan bisa dibilang minim. ”Alokasi anggaran untuk Tentara Nasional Indonesia AU itu kecil,” kata dia.

Untuk itu, ia berharap besar Kemhan maupun Tentara Nasional Indonesia AU cermat memanfaatkan anggaran tersebut. Apalagi, Presiden Joko Widodo sudah mengingatkan supaya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran pemerintah harus diutamakan. Tidak terkecuali untuk urusan belanja alutsista.

Menurut Khairul, Kemhan harus menyempurnakan penyusunan standar alutsitsa dan sinkronasinya. ”Itu dilarang ditinggalkan dalam upaya realisasi mengejar sasaran renstra II,” terangnya. Tidak terkecuali pengadaan SU-35 yang juga diharapkan untuk memenuhi kebutuhan Minimum Essential Force (MEF) Tentara Nasional Indonesia AU. Dengan demikian kedatangan pesawat tempur itu tidak menjadi soal dikemudian hari.

Skema imbal dagang yang digunakan Kemhan dalam pengadaan sebelas pesawat tempur modern tersebut patut diapresiasi. Namun, untuk membangun akomodasi MRO di tanah air, Khairul pesimistis. Meski Tentara Nasional Indonesia AU sudah berpengalaman mengurus pesawat tempur produksi Sukhoi lainnya, masih kata dia, perawatan tetap dilakukan di luar negeri. ”Faktanya untuk Sukhoi yang kini saja investigasi beratnya dilakukan di Belarusia,” terang dia.

  ✈ Indopos  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Info!! Kemhan-Tni Au Harus Cermat"

Post a Comment