Info!! Militer Malaysia Ungkapkan Ingin Mengadopsi Konsep Lemhanas Ri
Akui Kehebatan Pembinaan Leadership
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Reni/Okezone) ★
Wakil Presiden Jusuf Kalla memperlihatkan kuliah umum kepada akseptor Penyelenggaraan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVI dan Penyelenggaraan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Tahun 2017 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI. Tak hanya diikuti oleh akseptor dari dalam negeri, terdapat pula anggota militer dari negara-negara sahabat yang mengikuti pendidikan tersebut.
Bahkan aktivitas pengembangan karakter leadership tersebut menerima apresiasi dari militer Malaysia. Brigjen Datuk Saharudin dari Angkatan Udara Malaysia mengungkap eksklusif keinginannya mengadopsi konsep Lemhanas di negaranya. Ia mengatakan, belum ada forum khusus yang menyelenggarakan pendidikan leadership untuk militer di Malaysia.
"Saya ditanya para tutor di Lemhanas, apa tandingannya Lemhanas ini di Malaysia? Tidak ada, alasannya ialah kita mungkin berbeda struktur politik. Kaprikornus militer di Malaysia kiprahnya hanya militer. Tapi di sini saya melihat, saya kagum dengan cara training leadership di dalam pemerintahan negara ini," kata Saharudin di Istana Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (28/8/2017).
Ia meminta pandangan JK, supaya konsep Lemhanas sanggup diadopsi oleh negara-negara anggota ASEAN. Atas pertanyaan tersebut, JK mengatakan, Lemhanas RI dibuat sebagai wadah membangun sinergi antara sipil dan militer.
"Kadang-kadang sistem administrasi di militer diperlukan di sipil untuk lebih cepat, sehingga itulah kenapa digabungkan antara pejabat militer dan sipil supaya dua pengalaman itu dalam berdiskusi muncul bahwa militer mengetahui leadership sipil bagaimana, dan sipil juga mengetahui leadership militer bagaimana. Sehingga timbullah suatu sistem national leadership yang muncul daripada hal tersebut," terperinci JK.
JK menjelaskan, hal ini tentu berbeda dengan relasi sipil-militer di Malaysia, sehingga konsep tersebut tidak bia serta-merta diadopsi. Diperlukan banyak persiapan bagi Malaysia maupun negara ASEAN lain untuk membentuk forum ibarat Lemhanas.
"Karena di Malaysia tidak ada mix ibarat itu, ya militer profesional militer, tidak sanggup keluar militer eksklusif jadi bupati atau walikota. Kalau di Indonesia gampang itu, sehingga diperlukan persiapan-persiapan ibarat itu. Oleh alasannya ialah itulah tugas Lemhanas kenapa dipertahankan ibarat itu," tutup JK. (muf)
Wakil Presiden Jusuf Kalla (Foto: Reni/Okezone) ★Wakil Presiden Jusuf Kalla memperlihatkan kuliah umum kepada akseptor Penyelenggaraan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LVI dan Penyelenggaraan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXI Tahun 2017 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI. Tak hanya diikuti oleh akseptor dari dalam negeri, terdapat pula anggota militer dari negara-negara sahabat yang mengikuti pendidikan tersebut.
Bahkan aktivitas pengembangan karakter leadership tersebut menerima apresiasi dari militer Malaysia. Brigjen Datuk Saharudin dari Angkatan Udara Malaysia mengungkap eksklusif keinginannya mengadopsi konsep Lemhanas di negaranya. Ia mengatakan, belum ada forum khusus yang menyelenggarakan pendidikan leadership untuk militer di Malaysia.
"Saya ditanya para tutor di Lemhanas, apa tandingannya Lemhanas ini di Malaysia? Tidak ada, alasannya ialah kita mungkin berbeda struktur politik. Kaprikornus militer di Malaysia kiprahnya hanya militer. Tapi di sini saya melihat, saya kagum dengan cara training leadership di dalam pemerintahan negara ini," kata Saharudin di Istana Wapres RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (28/8/2017).
Ia meminta pandangan JK, supaya konsep Lemhanas sanggup diadopsi oleh negara-negara anggota ASEAN. Atas pertanyaan tersebut, JK mengatakan, Lemhanas RI dibuat sebagai wadah membangun sinergi antara sipil dan militer.
"Kadang-kadang sistem administrasi di militer diperlukan di sipil untuk lebih cepat, sehingga itulah kenapa digabungkan antara pejabat militer dan sipil supaya dua pengalaman itu dalam berdiskusi muncul bahwa militer mengetahui leadership sipil bagaimana, dan sipil juga mengetahui leadership militer bagaimana. Sehingga timbullah suatu sistem national leadership yang muncul daripada hal tersebut," terperinci JK.
JK menjelaskan, hal ini tentu berbeda dengan relasi sipil-militer di Malaysia, sehingga konsep tersebut tidak bia serta-merta diadopsi. Diperlukan banyak persiapan bagi Malaysia maupun negara ASEAN lain untuk membentuk forum ibarat Lemhanas.
"Karena di Malaysia tidak ada mix ibarat itu, ya militer profesional militer, tidak sanggup keluar militer eksklusif jadi bupati atau walikota. Kalau di Indonesia gampang itu, sehingga diperlukan persiapan-persiapan ibarat itu. Oleh alasannya ialah itulah tugas Lemhanas kenapa dipertahankan ibarat itu," tutup JK. (muf)
♞ Okezone
0 Response to "Info!! Militer Malaysia Ungkapkan Ingin Mengadopsi Konsep Lemhanas Ri"
Post a Comment