Info!! Rincian Alutsista Yang Dibeli Dari Utang

emerintah dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara  INFO!! Rincian Alutsista yang Dibeli dari UtangKapal selam Type 214 [defence.pk]

Pemerintah dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2018 telah menyediakan porsi penarikan derma atau utang, untuk pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) bagi Kementerian Pertahanan, dan alat material khusus (alumatsus) untuk Kepolisian Republik Indonesia.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, menyampaikan sumber utang tersebut berasal dari luar negeri dan dalam negeri.

"Ya kan ada yang alatnya dari luar dan dari dalam," kata Suahasil di Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/9/2017).

Dalam RAPBN 2018, derma luar negeri negatif Rp 18,6 triliun, artinya pemerintah lebih besar membayar pokok derma dibanding menarik derma baru. Tahun depan, pemerintah akan melaksanakan penarikan derma Rp 51,5 triliun dengan pembayaran cicilan Rp 70,1 triliun.

Penarikan derma ini terdiri dari derma tunai Rp 13,5 triliun, dan derma proyek Rp 38,0 triliun. Pinjaman proyek ini dari pemerintah sentra Rp 27,2 triliun, diterushibahkan Rp 0,2 triliun, dan diteruspinjamkan Rp 10,6 triliun.

Dari derma luar negeri tersebut, terdapat lima kementerian/lembaga terbesar pengguna utang luar negeri dengan total alokasi lebih dari 90%, antara lain menyerupai Kementerian Pertahanan Rp 11,7 triliun untuk alutsista, dan Kepolisian sebesar Rp 3,3 untuk alumatsus.

"Kalau beli dari luar kan buka L/C (letter of credit), bentuknya pinjaman. Kalau yang dari dalam, kan ada juga yang dari dalam, itu financing-nya dari bank lokal," terang dia.

 Alutsista yang dibeli 

Utang luar negeri Rp 11,7 triliun untuk alutsista ini antara lain, Kapal PKR, ASW Helikopter, Korvet, Kapal Selam, Roket, pesawat Multipurpose Amphibious, rantis khusus Armed AVRMD dan AVFCU, radar GCI, dan Kapal Mine Counter Measure.

Sedangkan Rp 3,3 triliun untuk alumatsus yakni helikopter, labfor Mabes Polri, peralatan service, siskom di Indonesia bab Timur yakni Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara.

Sedangkan derma untuk pembelian alutsista dan alumatsus yang berasal dari dalam negeri sebesar negatif Rp 3,1 triliun, alasannya pemerintah melaksanakan penarikan derma Rp 4,5 triliun dan melaksanakan pembayaran cicilan Rp 1,4 triliun.

Penarikan derma yang totalnya Rp 4,5 triliun ini, sekitar Rp 3,5 triliun difokuskan oleh Kementerian Pertahanan untuk membiayai alutsista dan alumatsus yang diproduksi industri pertahanan dalam negeri. Sedangkan untuk Kepolisian Rp 1 triliun, pemberi derma dalam negeri yakni Bank BUMN dan BUMD.

  detik  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Info!! Rincian Alutsista Yang Dibeli Dari Utang"

Post a Comment